korekasi kelainan refraksi

Sangat sulit mencegah kelainan refraksi mata. Soalnya, sebagian besar kasus memang diwariskan dari orang tua.

Jadi, kalau orang tua Anda menderita miopia atau rabun jauh, kemungkinan besar Anda juga akan mengalaminya.

Bahkan, mungkin sudah perlu pakai kacamata sejak masih anak-anak.

Namun, perkembangan teknologi memang sangat memudahkan hidup.

Saat ini tersedia banyak operasi mata yang mampu memperbaiki kelainan refraksi Anda, sehingga Anda bisa mendapatkan penglihatan normal (atau bahkan lebih tajam) secara permanen.

Anda pun bebas dari ketergantungan pada kacamata lensa kontak yang mengganggu penampilan dan membatasi aktivitas Anda.

Apa saja operasi yang bisa Anda pertimbangkan? Ini 8 di antaranya:

 

LASIK (Laser Assisted In-Situ Keratomileusis)

Koreksi: rabun jauh, rabun dekat, mata silinder

 

Bisa dibilang, LASIK adalah bintang dari sekian banyak operasi untuk mengoreksi kelainan refraksi mata.

Saat ini LASIK menjadi salah satu opsi paling favorit.

Tak mengherankan, karena pemulihannya cepat dan tidak menyebabkan rasa tidak nyaman yang mengganggu di masa pemulihan.

Saat ini LASIK menerapkan tindakan bedah tanpa pisau bedah dan menggunakan dua laser untuk membentuk ulang kornea.

Semakin tinggi resep kacamata atau lensa kontak Anda, semakin banyak jaringan kornea yang harus dibentuk ulang..

Laser pertama yang digunakan dalam metode ini adalah laser femtosecond untuk menciptakan flap (lapisan tipis) pada kornea.

Laser ini menggunakan cahaya untuk menciptakan jutaan gelembung gas kecil yang semuanya bergabung menjadi bentuk flap superfisial.

Laser femtosecond merupakan laser infra merah.

Laser ini tidak bersuara dan membutuhkan waktu kurang dari 15 detik untuk menyelesaikan pembentukan flap.

Laser kedua yang digunakan adalah laser excimer yang membentuk kembali kornea di bawah flap.

Pada kasus rabun jauh, laser excimer berfungsi untuk meratakan kelengkungan kornea.

Sementara pada rabun dekat, laser ini akan menajamkan lengkungan kornea dengan cara mengikis jaringan kornea.

Laser excimer memancarkan sinar ultraviolet yang dingin. Suara laser excimer dapat Anda dengar selama prosedur.

Treatment laser hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk setiap mata.

Rata-rata berlangsung selama 5 hingga 25 detik, tergantung pada derajat kacamata Anda.

Prosedur LASIK dapat mengembalikan penglihatan Anda menjadi normal.

Prosedur LASIK merupakan tindakan bedah rawat jalan, sehingga tak lama setelah operasi, Anda bisa langsung pulang.

Walaupun, tidak bisa langsung menyetir.

Keesokan harinya Anda sudah bisa membaca atau nonton televisi tanpa kacamata, tetapi waktunya perlu dibatasi, karena mata Anda masih dalam masa pemulihan.

 

PRK (Photo Refractive Keratectomy)

Koreksi: rabun jauh, mata silinder

PRK yang sudah mulai dipraktikkan sejak 1988 merupakan salah satu teknik operasi laser mata paling awal, yang popularitasnya tergeser oleh LASIK.

Tapi, prosedur ini masih kerap dipraktikkan untuk menangani pasien dengan kornea tipis yang tak memenuhi syarat untuk menjalani LASIK.

PRK merupakan operasi mata tipe pertama yang mampu mengoreksi penglihatan yang buram akibat kelainan refraksi mata.

Tindakan bedah ini juga menerapkan teknik tanpa pisau bedah dan bisa mengoreksi rabun jauh dan mata silinder.

Hanya saja, PRK tidak cocok untuk mengatasi hipermetropia (rabun dekat) tingkatan sedang hingga tinggi.

Cara kerja PRK serupa dengan LASIK, yaitu membentuk ulang kornea.

Bedanya, pada PRK pembentukan kornea itu dilakukan pada permukaan begitu sel epitel diangkat.

Di akhir tindakan laser, dokter menggunakan lensa kontak perban.

PRK juga menggunakan laser excimer, sama seperti LASIK.

Hanya saja, pemulihan PRK memerlukan waktu lebih lama daripada LASIK.

Pemulihan LASIK hanya sekitar 4 hingga 5 jam, sementara PRK memerlukan 4 – 5 hari untuk stabil.

 

 

ASA (Advanced Surface Ablation)

Koreksi: rabun jauh, mata silinder

Teknik ASA serupa dengan PRK, yaitu membentuk ulang kornea.

Tapi, pada tindakan bedah ASA tidak ada proses pembuatan flap (lapisan tipis) kornea.

Lapisan terluar kornea diangkat perlahan-lahan agar excimer laser bisa diterapkan pada lapisan-lapisan dalam kornea.

Excimer laser digunakan untuk membentuk ulang lapisan bagian dalam kornia, sehingga bisa mengubah ketajaman penglihatan

Setelah treatment dengan excimer laser, dokter akan meletakkan lensa kontak perban pada kornea untuk melindungi area yang baru dioperasi.

Durasi pemulihan penglihatan dan pemulihan kornea mungkin membutuhkan waktu sedikit lebih lama daripada prosedur LASIK lain, tetapi hasilnya serupa.

Prosedur ASA ini direkomendasikan bagi Anda yang memiliki kornea tipis, sehingga tidak memungkinkan untuk menjalani LASIK.

ASA juga bisa dipilih oleh Anda yang pernah mengalami infeksi atau cedera mata sehingga meninggalkan bekas luka pada kornea.

 

LASEK (Laser Assisted Sub-Epithelial Keratomileusis)

Koreksi: rabun jauh, mata silinder

LASEK juga merupakan tindakan bedah yang serupa dengan PRK.

Seperti juga PRK, bagian atas kornea dipisahkan dari lapisan stroma di bawahnya, tapi bukan mengangkat dan membuang jaringan ini seluruhnya seperti pada PRK.

Pada prosedur LASEK lapisan epitel yang sangat tipis akan didorong ke satu sisi kornea, sehingga jaringan ini tetap melekat pada mata (seperti flap jaringan kornea lebih tebal yang dibuat saat pembedahan LASIK).

Setelah tindakan laser selesai, jaringan epitel diposisikan ulang pada permukaan mata untuk menutupi area yang baru saja menjalani tindakan bedah laser.

Lensa kontak perban dipasang pada mata untuk menjaga epitel tetap pada tempatnya selama proses penyembuhan.

Perlu diperhatikan bahwa LASEK biasanya menimbulkan lebih banyak rasa tidak nyaman dan waktu pemulihan yang lebih lama dibandingkan dengan operasi LASIK.

Namun, dalam hal durasi pemulihan dan penglihatan hasil operasi, LASEK tidak berbeda dari PRK atau LASEK.

 

EPI-LASIK

Koreksi: rabun jauh, mata silinder

Epi-LASIK merupakan variasi lain dari PRK.

Flap yang dibuat saat tindakan bedah Epi-:LASIK sangat mirip dengan flap tipis yang dibuat pada operasi LASEK.

Pada kedua prosedur ini, flap hanya berisi sel-sel dari lapisan luar kornea yang sangat tipis, yang disebut epitel. Itulah kenapa disebut Epi-LASIK.

Perbedaannya dengan PRK terletak pada cara pembuatan flap.

Flap pada LASEK dibuat dengan alat yang memiliki mata pisau yang tajam.

Sementara itu, pada Epi-LASIK, flap dipisahkan dari lapisan kornea di bawahnya (stroma) dengan alat pemisah epitel.

Alat ini memiliki pisau plastik berosilasi yang memiliki ujung tumpul yang tipis.

Di samping itu, tidak seperti LASEK, pada prosedur Epi-LASIK larutan alkohol biasanya tidak dioleskan pada mata untuk melonggarkan sel epitel dari stroma kornea.

Bedah refraktif Epi-LASIK mulai dipraktikkan sejak awal tahun 2000-an.

Pasien yang paling cocok untuk menjalani operasi jenis ini adalah yang memiliki kornea tipis dan jaringan kornea yang tidak mencukupi untuk menjalani LASIK.

Seperti PRK, pemulihan penglihatan memakan waktu cukup lama dan Anda mungkin akan mengalami berbagai rasa tidak nyaman selama masa pemulihan.

Dalam tiga hari, banyak pasien yang dapat melihat dengan jelas, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama, mungkin tiga atau enam bulan untuk mencapai hasil akhir yang ditargetkan.

Namun, umumnya Anda sudah dapat menyetir mobil dalam waktu seminggu setelah operasi.

 

RLE (Refractive Lens Exchange)

Koreksi: rabun jauh dan rabun dekat ekstrem

Jika menderita rabun dekat atau rabun jauh yang parah, bisa jadi Anda tidak bisa memilih LASIK untuk mengoreksi kelainan refraksi Anda secara permanen.

RLE ini bisa menjadi solusi.

Saat melakukan prosedur RLE, dokter akan membuat sayatan kecil di tepi kornea untuk mengangkat lensa alami mata dan menggantinya dengan lensa intraokular artifisial (IOL).

Pada dasarnya RLE adalah prosedur yang sama untuk mengoperasi katarak.

Tapi, kalau untuk mengoreksi kelainan refraksi, prosedurnya dilakukan tanpa adanya katarak.

Seperti LASIK dan operasi mata modern lain, RLE bisa membantu mendapatkan penglihatan normal atau bahkan lebih baik.

Prosedur ini cocok untuk orang dengan kornea tipis, mata kering, atau masalah kornea minor lain.

Prosedur LASIK atau prosedur yang berkaitan dengan LASIK dapat dikombinasikan dengan RLE untuk memperbaiki mata silinder.

 

ALK (Automated Lamellar Keratoplasty)

Koreksi: rabun jauh dan rabun dekat dalam kondisi parah

Pada prinsipnya, ALK merupakan prosedur pembedahan mengoreksi kelengkungan abnormal pada kornea, yang membuat kornea sulit memfokuskan cahaya secara akurat pada retina.

Untuk rabun jauh, dokter akan memotong flap di bagian depan kornea dengan pisau khusus bernama microkeratome.

Flap kemudian dilipat ke samping. Sepotong jaringan tipis diangkat dari permukaan kornea.

Tindakan ini akan membuat kornea sentral jadi lebih rata sehingga mengurangi pembiasan.

Flap kemudian dipasang kembali pada tempatnya tanpa jahitan.

Sedangkan untuk rabun dekat, dokter membuat sayatan yang lebih dalam pada kornea dengan microkeratome untuk membuat flap.

Tekanan pada mata menyebabkan permukaan kornea meregang dan menonjol.

Kondisi ini akan meningkatkan daya optik dan mengoreksi rabun dekat Flap kemudian dipasang kembali pada tempatnya tanpa jahitan..

ALK dilakukan dengan anestesi lokal.

Lapisan kornea diiris untuk membuat flap yang tidak sempurna, yang kemudian akan dibuka dengan engsel.

Kemudian, kornea di bawahnya dibentuk sesuai bentuk yang diinginkan.

 

SmartSight

Fungsi: Koreksi penglihatan jarak jauh dan astigmatisma

SmartSight adalah suatu prosedur non-bedah yang menggunakan teknologi mutakhir untuk memperbaiki masalah penglihatan.

Prosedur SmartSight melibatkan penggunaan satu laser tunggal, yang dikenal sebagai laser femtosecond.

Laser ini berperan untuk membentuk jaringan berbentuk cakram di dalam kornea, yang sering disebut sebagai lenticule karena bentuknya yang menyerupai cakram.

Setelah sayatan kecil dibuat, lenticule diakses melalui sayatan ini, memungkinkan dokter untuk memperbaiki kelainan refraktif.

Prosedur SmartSight hanya memerlukan satu langkah untuk memperbaiki kelainan refraktif.

Selain itu, dokter tidak perlu membuat flap, sehingga menghilangkan risiko komplikasi terkait flap.

Potensi mata kering setelah prosedur juga sangat minimal.

 

Sejumlah operasi kelainan refraksi di atas juga bisa menangani kondisi presbiopia, yaitu rabun dekat karena pertambahan usia, yang biasanya mulai dialami di usia 40 tahun.

Jenis operasinya, antara lain LASIK, LASEK, Epi-LASIK, ASA, dan PRK.

SILC Lasik Center, sebuah klinik mata kenamaan, juga dapat menangani presbiopia dengan layanan bernama PresbyMAX – Hybrid.

Syaratnya, Anda harus memiliki kelainan refraksi rabun jauh di kedua mata dengan selisih minimal satu dioptri.

Layanan dengan mesin laser teknologi mutakhir dari Schwind ini menyuguhkan proses pemulihan yang cepat.

Sejak diluncurkan pada 2009, lebih dari 8.000 penderita presbiopia sudah sukses menjalani prosedur tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *